CHAPTER REPORT

19 Apr

IDENTITAS BUKU

 

Judul Buku                  : Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar

Penulis                         : Drs. Usman Samatowa, M.Pd

Penerbit                       : Departemen Pendidikan Nasional

Tahun Terbit                : 2006

BAB                            : IV

Materi                          : Keterampilan Proses

Halaman                      : 137- 148

 

PENDAHULUAN

 

Dalam proses pembelajaran, sering ditemukan beberapa masalah. Contohnya, ada siswa meskipun mendapat nilai yang tinggi dalam beberapa mata pelajaran di sekolah tetapi dia tidak mampu mennerapkan apa yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa memperoleh banyak pengetahuan, namun pengetahuan itu diterima sebagai informasi saja. Sementara siswa kurang mempunyai inisiatif dan tidak dibiasakan atau dilatih untuk mendapatkan pengetahuan melalui usaha dan pengalaman siswa itu sendiri. Peran siswa lebih banyak hanya menerima informasi dari guru yang kemudian dihapalkan untuk ujian atau mendapatkan nilai. Sedangkan guru sebagai orang yang menggerakkan terlaksanya proses belajar mengajar tidak menggunakan strategi atau pendekatan yang merangsang keaktifan siswa.

Berbagai pendekatan dapat digunaka dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran IPA salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah pendekatan keterampilan proses. Pendekatan keterampilan proses merupakan kemampuan siswa untuk mengelola (memperoleh) yang didapat dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) yang memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk mengamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, mengkomunikasikan hasil perolehan tersebut.

Pendekatan keterampilan proses adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan fakta-fakta, membangun konsep-konsep dan teori-teori dengan keterampilan intelektual dan sikap ilmiah siswa sendiri. Siswa diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti yang dikerjakan para ilmuwan, tetapi pendekatan keterampilan proses tidak bermaksud menjadikan setiap siswa menjadi ilmuwan. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dilaksanakan dengan maksud karena IPA merupakan alat yang potensial untuk membantu mengembangkan kepribadian siswa.

KAJIAN UTAMA

BAB IV KETERAMPILAN PROSES

  1. Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Sains

Aspek keterampilan proses yang dikembangkan untuk siswa SD pada GBPP IPA kurikulum 1994 terdiri dari delapan aaspek yaitu meliputi keterampilan mengamati, melakukan percobaan, mengelompokkan, menafsirkan hasil percobaan, meramalkan, menerapkan, mengkomunikasikan, dan mengajukan pertanyaan.

Beberapa sikap ilmiah yang perllu dikembangkan lebih lanjut dalam pembelajaran sains diantaranya sikap ingin tahu (curiosity), sikap untuk senantiasa mendahulukan bukti (respect for evidence), sikap lues terhadap gagasan baru (flexibility), sikap merenung secara kritis ( critical reflection), dan sikap peduli terhadap mahkluk hidup dan lingkungan ( sensivity to living things and environment) (Kharmani:2002)

 

  1. Usaha Mengembangkan Kompetensi Dasar IPA dengan Latihan Keterampilan Proses

Keterampilan proses sains yang diharapkan dimiliki oleh dan berkembang pada siswa diantaranya adalah keterampilan: melakukan observasi, mengemukakan hipotesis, menginterpretasi, merancang percobaan, melakukan investigasi, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil (Semiawan, dkk: 1998).

Agar para siswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan tersebut, maka pada pembelajaran IPA, guru harus dapat menyediakan kegiatan yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk memunculkannya. Kegiatan yang dipandang dapat memenuhi tujuan itu adalah pratical work atau kerja praktik.

 

 

  1. Indiakator Keterampilan Proses

Berikut ini adalah indikator- indikator keterampilan proses: keterampilan melakukan observasi, keterampilan mengajukan hipotesis, keterampilan menginterpretasi data, keterampilan merencanakan percobaan, keterampilan melakukan investigaasi dengan indikator, keterampilan menarik kesimpulan dengan indikator, keterampilan mengemukakan hasil dengan indikator

 

  1. Bagaimana Merancang Keterampilan Untuk Melatih Keterampilan Proses

Keterampilan proses dapat dilatih dengan merancang kegiatan percobaan untuk melatih dan menunjukkan keterampilan yang diinginkan melalui kegiatan/ tugas praktik atau tugas tertulis. Tugas yang diberikan harus member kesempatan munculnya indikator- indikator dalam keterampilan proses.

 

  1. Pembelajaran IPA di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar

Pembelajaran diluar kelas akan lebih menyenangkan disbanding guru hanya ceramah dan diskusi didalam kelas, karna siswa dapat secara konkrit melihat, memegang dan mendiskusikan objek yang sedang dipelajari. Lingkungan sekolah sebagai laboratorium alam dapat didesain sebagai taman hias. Dalam pembelajaran siswa dapat diberi tugas atau proyek untuk menanam tumbuhan dengan berbagai cara. Pembelajaran seperi ini dapat menumbuhkan sikap ilmiah dan kepedulian siswa kepada lingkungan, mengembangkan life skills, selain secara konkrit siswa dapat engamati objek yang diamati.

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

KETERAMPILAN PROSES

Berbagai pendekatan dapat digunakan untuk membelajarkan konsep- konsep sains, salah satunya adalah pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses sains merupakan keterampilan intelektual yang dimiliki dan digunakan oleh para ilmuwan. Pendekatan keterampilan proses merupakan keterampilan yang paling banyak disarankan untuk digunakan dalam membelajarkan sains di SD.

Aspek keterampilan proses yang dikembangkan di SD adalah pertama mengamati, proses mengamati dapat dilakukan dengan menggunakan indera kita, tetapi terkadang pengamatan juga dilakukan dengan menggunkan alat- alat misalnya termometer, timbangan atau mikorskop. Kedua menafsirkan, menafsirkan berarti “menjelaskan pengertian sesuatu”, keterampilan menafsirkan hasil pengamatan sangat mendukung pengambilan keputusan atau kesimpulan. Ketiga meramalkan, berkaitan dengan kejadian- kejadian yang akan terjadi kemudian atau biasa disebut dengan hipotesis. Keempat keterampilan menggunakan alat dan bahan, keterampilan ini berguna untuk menambah pengalaman belajar siswa. Pengalaman menggunakan alat merupakan pengalaman konkrit siswa selama proses belajar. Kelima mengelompokkan, kegiatan mengelompokkan dapat berupa mencari persamaan atau perbedaan dengan cara membandingkan satu objek dengan objek yang lainnya. Keenam menerapkan konsep, mengaplikasikan konsep dalam kehidupan sehari- hari. Ketujuh mengkomunikasikan, berkaitan dengan proses penyampaian informasi atau data- data, baik secara tertulis maupun secara lisan. Dan yang kedelapan mengajukan pertanyaan, keterampilan mengajukan pertanyaan merupakan salah satu ukuran untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep siswa setelah pelaksanaan pembelajaran.

Pembelajaran IPA hendaknya tidak hanya menekankan kepada pemahaman konsep, tetapi juga ditekankan pada proses untuk memahami konsep tersebut. Sesuai dengan apa yang disebutkan diatas bahwa agar para siswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan proses, maka pada pembelajaran IPA, guru harus dapat menyediakan kegiatan yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk memunculkannya, missalnya dengan kerja praktik.

Indikator- indikator dalam keterampilan proses adalah pertama, keterampilan melakukan observasi, seseorang dikatakan melakukan observasi apabila menggunakan panca indranya, mengenali urutan kejadian dan mengamati suatu objek atau kegiatan secara detail. Kedua, keterampilan mengajukan hipotesis, seseorang dikatakan mengajukan hipotesis jika menyarankan jawaban mengapa sesuatu terjadi dan menggunakan pengetahuan awal untuk menjelaskan suatu kejadian. Ketiga, keterampilan menginterpretasi data, terjadi apabila interpretasi yang diberikan berdasarkan data yang tersedia dan menguji suatu interpretasi dengan data yang baru. Keempat, keterampilan menrencanakan percobaan, terjadi apabila seseorang tahu apa yang akan diuji cobakannya dan dan tahu apa yang harus diubah dalam percobaan. Kelima, keterampilan melakukan investigasi dengan tingkat ketelitian yang sesuai. Keenam, keterampilan menarik kesimpulan dengan menggunakan berbagai informasi untuk membuat pernyataan dn menarik kesimpulannya. Ketujuh, kemampuan mengkomunikasikan hasil dengan cara menyampaikan idea tau gagasan dengan lisan maupun tulisan

Setelah memahami indikator- indikator keterampilan proses diatas selanjutnya yang harus dilakukan adalah merancang kegiatan- kegiatan yang dapat memberikan kesempatan siswa untuk melatih dan menunjukkan keterampilan yang dinginkan, sebagai contoh melalui kegiatan praktik atau melalui tugas- tugas tertulis. Tugas- tugas itu harus disusun dengan sistematis, sehingga indikator keterampilan yang ingin dicapai benar- benar ada dalam kegiatan yang diberikan kepada siswa.

Pembelajaran IPA sesekali perlu dilakukan diluar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar siswa. Hal ini dapa memberikan suasana yang berbeda kepada siswa dan secara tidak lansung dapat meningkatkan keaktifan siswa. Pembelajaran akan menjadi lebih menyenangkan dibandingkan hanya diskusi dikelas saja. Lingkungan sekolah bisa digunakan sebagai laboratorium alam, untuk itu guru perlu mengidentifikasi kebun/ tanaman sekolah yang berpotensi menjadi sarana belajar. Dengan terjun lansung kesumber belajarnya siswa dapat secara konkrit melihat, memegang dan mendiskusikan objek yang sedang dipelajarinya. Pembelajaran yang seperti inilah yang nantinya akan menumbuhkan sikap ilmiah dan kepedulian siswa kepada lingkungannya.

 

PENUTUP

Setelah pemaparan hasil analisis dan deskripsi dari buku Bagaimana Membelajarkan IPA di SD karangan Usman Samatowa pada bab empat mengenai keterampilan proses maka dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran IPA hal yang di tuntut tidak hanya sekedar pemahaman konsep semata, tetapi lebih kepada proses untuk menemukan dan memahami konsep tersebut. Pembelajaran IPA perlu diadakan dengan kegiatan- kegiatan yang dapat mengembangkan berbagai keterampilan proses yang dimiliki siswa. Yang mana keterampilan proses meliputi keterampilan mengamati, menafsirkan, meramalkan, menggunakan alat dan bahan, mengelompokkan, menerapkan konsep, mengkomunikasikan dan mengajukan pertanyaan. Agar siswa dapat mengembangkan keterampilan tersebut, maka pada pembelajaran IPA, guru harus menyediakan atau mengadakan kegiatan yang dapat memberikan kesematan pada siswa untuk memunculkannya. Salah satu kegiatan yang dapat memenuhi tujuan itu adalah dengan practical work atau kerja praktik.

 

 

DATAR PUSTAKA

            Samatowa. Usman. 2006. Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Departemen Pendidikan Nasional

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: