Arsip | KUMPULAN TUGAS RSS feed for this section

“PEMBELAJARAN SASTRA DI SD”

19 Apr

BAB I

PENDAHULUAN

  1.    Latar Belakang

Apresiasi bukanlah pengetahuan sastra yang harus dihafalkan, melainkan bentuk aktivitas jiwa. Artinya, dalam mengapresiasi, siswa tidak sekedar mengambil informasi yang berkaitan dengan isi atau mencari beberapa simpulan logis. Melalui apresiasi sastra idealnya siswa dapat mengindra atau merasakan kehadiran pelaku, peristiwa, suasana, dan gambaran obyek secara imajinatif. Lebih dari itu, menurut apresiasi harus mencakup tanggapan emosional pada isi cerita, tanggapan pada pelaku atau peristiwa, dan perasaan siswa dalam merasakan/ menikmati gaya bahasa pengarang cerita.

Dalam dunia pendidikan kajian sastra mampu memberikan sumbangsih yang cukup besar dalam pola kebudayaan, sejarah, sosial dan dalam sastra itu sendiri, sebab  Sastra mampu menjawab terhadap apa yang pernah ada di muka bumi,  karena sastra berasal dari hasil pengamatan tentang apa yang terjadi disekelilingnya sebagai opini yang mesti di ungkapkan serta hasil dari akibat pengalaman bathin. Sastra adalah hasil dari olah pikir rasa dan karsa manusia sehingga sastra mengandung nilai estetika yang tinggi.

Baca lebih lanjut

Iklan

CHAPTER REPORT

19 Apr

IDENTITAS BUKU

 

Judul Buku                  : Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar

Penulis                         : Drs. Usman Samatowa, M.Pd

Penerbit                       : Departemen Pendidikan Nasional

Tahun Terbit                : 2006

BAB                            : IV

Materi                          : Keterampilan Proses

Halaman                      : 137- 148

 

PENDAHULUAN

 

Dalam proses pembelajaran, sering ditemukan beberapa masalah. Contohnya, ada siswa meskipun mendapat nilai yang tinggi dalam beberapa mata pelajaran di sekolah tetapi dia tidak mampu mennerapkan apa yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa memperoleh banyak pengetahuan, namun pengetahuan itu diterima sebagai informasi saja. Sementara siswa kurang mempunyai inisiatif dan tidak dibiasakan atau dilatih untuk mendapatkan pengetahuan melalui usaha dan pengalaman siswa itu sendiri. Peran siswa lebih banyak hanya menerima informasi dari guru yang kemudian dihapalkan untuk ujian atau mendapatkan nilai. Sedangkan guru sebagai orang yang menggerakkan terlaksanya proses belajar mengajar tidak menggunakan strategi atau pendekatan yang merangsang keaktifan siswa.

Baca lebih lanjut

PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

19 Apr

Ade Soraya Lenggogeni

Email: Adesoraya25@yahoo.co.id HP: 081277820124

Abstract: Learning peer tutors in an effort to improve mathematics learning outcomes in elementary school. This article is useful to know how the implementation of peer tutoring learning, so as to improve mathemathics learning outcomes. Learning peer tutor is a person or persons designated clever student teachers to provide learning support for students who are less intelligent.
Keywords: Peer Tutoring, MathematicsLearning Outcomes

                                                                                 

Abstrak: Pembelajaran tutor sebaya sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar matematika di sekolah dasar. Artikel ini berguna untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran tutor sebaya, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Pembelajaran tutor sebaya adalah seseorang atau beberapa orang siswa pandai yang ditunjuk guru untuk memberikan bantuan belajar bagi siswa yang kurang pandai.

 

Kata kunci: Tutor Sebaya, Hasil Belajar Matematika

 

Baca lebih lanjut

Pendekatan Scientific

19 Apr
  1. Pendahuluan

Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan scientific dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah pada guru. Oleh karena itu kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta di arahkan untuk mendorong pesert didik dalam mencari tahu dari dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu.

Menurut Prof. Sudarwan, pendekatan scientific bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Dengan demikian, proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan dipandu nilai- nilai, prinsip- prinsip, atau kriteria ilmiah.

Dalam proses pembelajaran guru hendaknya menekankan pada pentingnya kolaborasi dan kerjasama diantara peserta didik dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam pembelajaran. Guru sedapat mungkin menciptakan pembelajaran yang tidak hanya mengacu pada standar proses yang memuat eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, tapi juga mengedepankan kondisi peserta didik yang berprilaku ilmiah dengan bersama- sama diajak mengamati, menanya, menalar, merumuskan, menyimpulkan dan mengkomunikasikan. Sehingga peserta didik akan dapat dengan benar menguasai materi yang dipelajari dengan baik.

 

  1. Cara Melatih Pendekatan Scientific

Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah yang meliputi:

  1. Mengamati Baca lebih lanjut

Skenario Membuka pelajaran

19 Apr

Skenario Membuka Pelajaran

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/ semeste r : V/ 1

A. Indikator
1. Mengidentifikasi perubahan sifat benda yang bersifat tetap dan sementara setelah mengalami suatu proses.

B. Materi Pembelajaran
Macam- macam perubahan sifat benda

C. Media
Es batu

D. Skenario membuka pembelajaran
– Guru memasuki rungan kelas
– Guru mengucapkan salam
– Siswa membalas salam
-Guru menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa
– Siswa berdoa menurut agama dan kepercayaan masing- masing
– Guru mengecek kehadiran siswa
– Guru memulai pembelajaran dengan melakukan apersepsi
– Guru memperlihatkan sebuah es batu yang sudah dipersiapkan
– Guru membangkitkan pengetahuan awal siswa, sebagai berikut:
“Anak- anak, tahukah kalian apa yang ibu bawa?” (siswa menyebutkan nama benda tersebut)
“Iya benar ini adalah sebuah es batu” (sambil memperlihatkan es batu tersebut)
“Bagaimana wujudnya” (siswa menyebutkan bahwa es batu berwujud padat)
“Apa yang terjadi jika es batu ini ibu biarkan selama beberapa menit?” (siswa menjawab akan meleleh, cair)
“Lalu apa yang terjadi apabila es batu ini ibu masukkan kembali ke lemari es?”(siswa menjawab membeku)
“Nah jadi materi yang akan kita bahas hari ini adalah perubahan sifat benda”
-Guru menuliskan materi pelajaran di papan tulis
-Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Guru menyampaikan langkah- langkah pembelajaran

 

Penerapan model pembelajaran CTL pada mata pelajaran seni di SD

25 Nov

 1. Materi : 

Seni Rupa Terapan

Kelas IV semester 1

2. Langkah-langkah pembelajaran CTL(Contextual Teaching and Learning)

Langkah-langkahnya :

1)   Mengembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri,menemukan sendiri  ,dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan barunya.

2)   Melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topic

3)   Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya

Baca lebih lanjut

Contoh penilaian portofolio utk SD

24 Nov

Penilaian dalam proses pembelajaran merupakan salah satu hal yang penting, guna mengetahui dan mengukur sejauh mana daya tangkap dan perkembangan pengetahuan yang dimiliki anak. Nah ini adalah salah satu penilaian yaitu penilaian portofolio. Silahkan disimak 😀

Penilaian Portofolio

Mata Pelajaran                  : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester                 : IV/II

Materi pembelajaran       : Pengumuman

Indikator                            : Membuat sebuah pengumuman dan menyampaikannya di depan kelas

Kegiatan                             : siswa menyampaikan pengumuman yang dibuatnya di depan kelas secara lisa Baca lebih lanjut